Jumat, 14 Maret 2014

ADJECTIVE

Kelompok 12
Materi: Adjective
Nama:

  1. Ketrin Simanjuntak(2721195)
  2. Nindy Kusuma Ekasari (25211182)
  3. Nur Fatimah (25211301)
  4. Ulfa Lestarina (27211211)



BAB XII
ADJECTIVE

Pengertian Adjective
Adjective (Kata Sifat) adalah kata yang digunakan untuk memberi sifat pada kata benda. Setiap kata sifat mempunyai kekuatan yang bersifat membatasi dan kata sifat itu boleh diberikan definisi sebagai berikut:
Kata yang digunakan untuk membatasi pemakaian kata benda.
Ada lima jenis kata sifat:
1.    Demonstrative (Kata Sifat Penunjuk)
Demonstrative adalah kata yang membatasi pemakaian kata benda pada orang atau benda itu yang diharapkan supaya ditunjukkan oleh kata sifat itu.

Kata – kata sifat jenis ini dibagi lagi dalam dua golongan utama:
1)   Definite Demonstrative (Kata Sifat Penunjuk Tertentu)
Apabila orang atau benda ditunjukkan secara tepat, misalnya: This Woman

Tunggal
Jamak
Arti
The
The
Ini/Itu
This
These
Ini
That
Those
Itu
Yon, Yonder
Yon, Yonder
Di sana
Such
Such
Seperti ini/itu, Semacam ini/itu
The same
The same
Yang sama
Self same
Self same
Yang itu – itu saja
The other
The other
Yang lain

Cara pemakaian kata sifat penunjuk tertentu :
a)    This, These
Sesuatu yang dekat sekali (dapat disentuh atau dijangkau dengan tangan) ditunjukkan oleh kata – kata sifat ini. Contoh: This book = buku ini, These books = buku – buku ini.



Contoh Kalimat sedehana:
-       I bought this book.
ð Saya membeli buku ini.
-       Mary wants these books.
ð Mary ingin buku ini.

b)   That, Those, Yon, Yonder
Kata – kata sifat ini menunjukkan sesuatu pada jarak yang lebih jauh (tidak dapat disentuh atau dijangkau dengan tangan. Contoh: that book = buku itu, those books = buku itu, yon tree = pohon yang disana, yon trees = pohon – pohon yang disana, yonder tree = pohon yang disana, yonder trees = pohon – pohon yang disana.

Contoh Kalimat sederhana:
-       Look at that cat across the street
ð Lihatlah kucing itu menyeberang jalan
-       John wants those book
ð John ingin buku itu

Catatan:
Yon atau Yonder jarang kita jumpai kecuali dalam puisi atau sajak

c)    Such
Kata – kata sifat ini menunjukkan kepada sesuatu yang baru saja disebutkan atau kepada sesuatu yang baru saja akan sedang disebutkan.

Contoh Kalimat sederhana:
-       Such cuisine as we get here doesn’t suit me.
ð Masakan semacam ini seperti yang kita dapatkan disini tidak cocok bagiku.

d)   The same, Self same, Very same
Kata – kata sifat ini menujukkan kepada sesuatu yang disebutkan sebelumnya.

Contoh Kalimat sederhana:
-       You told her to come here as soon as possible and I gave her the same answer
ð Anda menyuruh dia datang kesini secepat mungkin dan saya memberikan jawaban yang sama kepadanya.
-       You ordered her to come here quickly and I gave her the self same answer
ð  Anda menyuruh dia datang kesini dengan cepat dan saya memberinya jawaban yang (sama) itu – itu juga.
-       You told told him to come here quickly and I gave him the very same answer
ð  Anda menyuruh dia datang kesini dengan cepat dan saya memberinya jawaban yang itu juga.

e)    The other
Kata – kata sifat ini menunjukkan yang dari dua orang atau benda disebutkan sebelumnya.

Contoh Kalimat sederhana:
-       Indra has arrived. I will tell the other
ð  Indra telah tiba. Saya akan memberitahu yang lain.

2)   Indefinite Demonstrative (Kata Sifat Penunjuk Tak Tertentu)
Apabila orang atau benda ditunjukkan dalam suatu pengertian, tetapi tidak secara tepat

Tunggal
Jamak
Arti
A,an
-
Sebuah, Seekor, Seorang, dll
One
Any
Suatu
Any
Any
Yang mana saja, Apa saja
A certain
Certain
Yang tertentu
Such
Such
Suatu
Some
Some
Suatu, Beberapa
Another
Other
Yang lain
Any other
Any other
Yang lain

Cara pemakaian kata sifat penunjuk tak tentu adalah sebagai berikut:
a)    A, An, A certain
Kata bentuk ini tunggal untuk menunjukkan bahwa tidak ada orang atau benda khusus yang dimaksudkan atau ditentukan.

Contoh Kalimat sederhana:
-       This is a book
ð Ini sebuah buku
-       That is an apple
ð Itu sebuah buku
-       Cetaceans and primates have also an autobiographical self to a certain degree.
ð Ikan paus dan primata juga memiliki sebuah diri otobiografis pada tingkat tertentu.

b)   One
 Kata ini umumnya menyatakan kata sifat bilangan.

Contoh Kalimat sederhana:
-       She came one day to see me
ð Pada suatu hari ia datang menemui saya
-       One Mr. Smith came to see me
ð Si tuan Smith datang menemui saya
-       He came one rainy night to see
ð Pada suatu malam waktu hujan ia dayang menemuiku


c)    Any
Kata ini lebih bersifat menegaskan atau menekankan daripada an atau an.

Contoh Kalimat sederhana:
-       Any man could do that
ð Setiap orang dapat melakukan itu
-       You may take any books that you like best
ð Anda boleh mengambil buku apa saja yang paling andasukai
-       Any book will do
ð Buku apa saja boleh
-       You may come at any hour you like
ð Anda boleh datang pada sembarang waktu yang anda kehendaki

d)   Such
Kata ini menunjukkan kepada sesuatu yang disebutkan sebelumnya, tetapi tidak jelas atau tidak tentu.

Contoh kalimat sedehana:
-       She called at my house on such a day and I gave such and such an answer.
ð Ia singgah ke rumah saya pada suatu hari dan saya memberikan jawabannya atas pertanyan – pertanyaannya.

e)    Some
Kata ini mempunyai dua pengertian:
1)   Untuk menunjukkan bahwa tiada orang atau benda khusus yang ditentukan.
2)   Untuk membuat bilangan tertentu menjadi tak tertentu.
Contoh Kalimat sederhana:
-       Some man called here this morning
ð Seseorang singgah ke sini tadi pagi
-       He owes me some fifteen dollars
ð Ia berhutang kira – kira lima belas dollar pada saya

f)    Another, Any other, other
Kata ini digunakan untuk kata benda tunggal, kata benda jamak, kalimat berita, dan kalimat menyangkal.

Contoh Kalimat Sederhana:
-       I have read another book
ð Saya telah membaca buku yang lain
-       I have other books
ð Saya telah membaca buku – buku yang lain
-       I haven’t seen any other man today
ð Saya tidak menjumpai orang yang lain hari ini
-       I haven’t seen any other men today
ð Saya tidak menjumpai orang – orang yang lain hari ini

2.    Quantitative (Kata Sifat Kuantitatif)
Quatitative Adjective adalah kata sifat yang menerangkan jumlah dari suatu benda.
Yang termasuk dalam quantitative adjective adalah kata-kata berikut ini:
1.      Mucs ( banyak ) a lotof ( banyak )
2.      Many ( banyak ) lots of ( banyak )
3.      A great many ( banyak ) a great deal ( banyak )
4.      Plenty of ( banyak ) few ( banyak )
5.      Several ( banyak ) some ( beberapa, sedikit )
6.      Any ( banyak ) no ( tidak )
7.      All ( banyak ) Enough ( cukup )
8.      little ( sedikit, tidak bnyak. Hampir tidak ada ).

Contoh Kalimat sederhana:
-       He ate much bread
ð Ia makan banyak roti
-       He ate little bread
ð Ia makan sedikit roti
-       He ate some bread
ð Ia makan sedakar roti
-       He ate enough bread
ð Ia makan roti yang cukup
-       He ate all the bread
ð Ia makan seluruh roti itu
-       He ate no bread
ð Ia tidak makan roti
Adjective of quantity selalu diikuti oleh kata benda tunggal, dan kata benda ini harus selalu merupakan kata benda material atau kata benda abstrak, misalnya much bread, much butter, much sugar (material), much pain (= a high degree of pain) rasa sakit yang sangat (kata benda abstrak). Oleh karena itu ajective of quantity disebut juga adjective of degree.




3.    Qualitative
Qualitative adjective adalah suatu adjective (kata sifat) yang menerangkan bentuk atau keadaan suatu benda. Qualitative adjective mempunyai tiga tingkatan yang di sebut degree of comparison. Degree of comparison di gunakan untuk menunjukkan derajat/tingkatan perbandingan bilamana membandingkan seseorang atau suatu benda, yaitu :
a.       Positive degree                               = tingkat perbandingan sama
b.      Comparative degree                       = tingkat perbandingan lebih
c.       Superlative degree                          = tingkat perbandingan paling

a)      POSITIVE DEGREE
Apabila dua orang atau benda di katakan sama dalam hal sifat tertentu, kita menggunakan positive degree dengan as . . . as, atau dengan ungkapan tertentu yang sama artinya.

Rumus :           as + positive + as
No less + positive + than
Not more + positive + than

Contoh :
-          This girl as clever as that
ð  anak perempuan ini sepandai perempuan itu.
-          This girl is no less clever than that.
ð  anak perempuan ini sama pandainya dengan anak perempuan itu.
-          That girl is not more clever than this
ð  gadis itu tidak lebih pandai dari gadis ini (berarti gadis itu dan gadis ini sama pandainya).
-          The man is as old as my father
-          She is as tall as my sister

b)     COMPARATIVE DEGREE
Apabila dua orang atau benda dikatakan tidak sama dalam hal sifat yang tertentu, kita menggunakan comparative degree.

Rumus :         comparative + than

Contoh :
-          This boy is more clever than that.
-          This boy is cleverer than that.
ð  anak laki-laki ini lebih pandai daripada anak laki-laki itu.
-          This boy is cleverer than I (am).
ð  anak laki-laki ini lebih pandai daripada saya.
-          Dhea is taller than her sister.
ð  dhea lebih tinggi daripada saudara perempuannya.
-          Jakarta is bigger than Surabaya.
ð  Jakarta lebih besar daripada Surabaya.
-          Prancis is farther than Jakarta.
ð  Prancis lebih jauh daripada Jakarta.
Catatan :
-          John is cleverer than his brother.
ð  john lebih pandai daripada saudaranya
-          John is the cleverer of the two boys.
ð  john adalah yang lebih pandai di antara kedua anak laki-laki itu.
Apabila dua orang atau benda di pebandingakan, comparative harus di pakai.
Bentuk kalimat (a) dan (b) berarti sepenuhnya hal yang sama.
Bentuk (a) hanya menunjukkan keunggulan.
Bentuk (b) menunjukkan kepemilihan yang lebih baik di antara yang satu dengan yang lain.

c)      SUPERLATIVE DEGREE (tingkat superlative)
Apabila seorang atau sebuah benda di katakana melebihi atau mengungguli semua orang atau benda yang lain yang sama macamnya, kita menggunakan Superlative Degree the … Of

Perhatikan :
Kalau lebih daripada dua orang atau benda di perbandingkan, bentuk superlative harus di pakai. Kata-kata sifat alam bentuk superlative di dahului oleh the dan diikuti oleh of atau in.

Rumus :           the + superlative + of
                        The + superlative + noun + in
Keterangan : yang di maksud dengan noun dalam rumus ke dua tersebut adalah orang atau benda yang di dahului oleh kata sifat superlative.

Contoh :
-          She is the tallest of all the girls.
ð  ia paling tinggi di antara semua gadis itu.
-          This girl is the cleverest of all.
ð  gadis ini paling pandai di antara semua gadis itu.
-          Jakarta is the largest city in Indonesia.
ð  Jakarta adalah kota terbesar di Indonesia.
-          Mount Everest the highest mountain in the world.
ð  gunung everest adalah gunung yang tertinggi di dunia.
-          The history book is the cheapest of the three books.
ð  buku sejarah adalah yang termurah dari ke tiga buku itu.

Catatan 1 :
Superlative degree boleh juga di nyatakan oleh bentuk comparative dengan cara yang berikut ini :
-          This girl is more clever than all other girls.
ð  gadis ini lebih pandai daripada semua gadis yang lainnya.



Catatan 2 :
Kadang-kadang kata sifat very dalam pengertian yang benar-benar atau yang sebenarnya (actual or real), demi kepentingan penegasan atau penekanan, di sisipkan antara the dan kata sifat superlative.
-          She is the very best student in our class.
ð  wanita itu siswi yang benar-benar terbaik di kelas kita.

Kata sifat yang huruf akhirnya-y, di tukar dengan –I lau di tambah denagn –er untuk comparative dan –est untk superlative.


Positive Degree
Comparative Degree
Superlative Degree
As heavy as
Heavier
heavies
As happy as
Happier
happiest
As lucky as
Luckier
luckiest
As busy as
Busier
busiest
As lazy as
Lazier
laziest

Kata sifat yang terdiri dari dua suku kata atau lebih di beri tambahan more di depannya untuk membentuk comparative degree dan most untuk superlative degree.

Positive Degree
Comparative Degree
Superlative Degree
As diligent as
More diligent
Most diligent
As stupid as
More stupid
Most stupid
As expensive as
More expensive
Most expensive
As handsome as
More handsome
Most handsome
As beautiful as
More beautiful
Most beautiful
As interesting as
More interesting
Most interesting
As careless as
More caraless
Most caraless
As dangerous as
More dangerous
Most dangerous

Beberapa kata sifat yang mempunyai bentuk tersendiri untuk comparative dan superlative-nya.

Positive Degree
Comparative Degree
Superlative Degree
As good as
Better
Best
As bad as
Worse
Worst
As evil as
Wors
Worst
As many as
More
Most
As much as
More
Most
As far as
Further
Furthest
As little as
Less
least

4.    Pengertian Attributive  

Attributive adalah kata atau kelompok kata yang ditempatkan berdekatan dengan noun, tanpa diselangi linking verb.

1.      Macam-Macam Attributive  

Attributive dapat berupa noun atau adjective. Attributive yang berupa noun, disebut attributive noun. Sedangkan jika berupa adjective (atau adjective phrase), disebut attributive adjective.

-          Attributive Noun Kata ini selalu berada sebelum noun yang dterangkannya (disebut juga head noun).

Contoh Attributive Noun

Keterangan:
No
Contoh Kalimat
1
Wear this baseball cap properly, so it can cover up your hair.
(Pakai topi baseball dengan benar supaya dapat menutupi rambutmu.)
2
She made this corn soup with sweet  corn from the local farmers’ market.
(Dia membuat sup jagung ini dengan jagung manis dari pasar petani lokal.)
·         bold = attributive noun
·         italic = noun

-           

-          Attributive Adjective

Kata tersebut normalnya berada sebelum noun yang diterangkannya. Jika kata tersebut berada setelah noun, lebih tepatnya disebut postpositive.

Contoh Attributive Adjective

Keterangan:

·         bold = attributive adjective
·         italic = noun



No
Contoh Kalimat
1
Who owns the beautiful cottage on the hill?
(Siapa yang memiliki pondok cantik di atas bukit itu?)
2
Sunblock can help prevent the ultraviolet A (UVA) and ultraviolet B (UVB) radiations from reaching your healthy skin.
(Tabir surya dapat membantu mencegah ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B  menjangkau kulit sehatmu.)

5.      Predicative Adjective (Kata sifat predikat)

Predicative adjective adalah adjective yang posisinya setelah noun yang diterangkannya dengan dipisahkan oleh linking verb (lain halnya dengan attributive).  Adjective tersebut mungkin didampingi oleh qualifier (very, rather, moderately) atau modifier (prepositional phrase, infinitive) sehingga membentuk suatu frasa yang disebut adjective phrase. Adapun predicative adjective merupakan macam subject complement, selain predicative noun

Contoh Predicative Adjective dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh predicative adjective dalam kalimat. [adjective = bold; adjective phrase = italic]

No
Contoh Predicative Adjective dalam Kalimat
1
The children were naughty.
2
July looks very beautiful.
(July tampak cantik.)
3
I wish he were nicer to me.
(Saya berharap dia lebih baik pada saya.)
4
She feels empty.
(Dia merasa hampa.)
5
This grilled fish tastes delicious.
(Ikan bakar ini terasa lezat.)
6
Your success is dependent upon your effort.
(Kesuksesanmu bergantung pada usahamu.)
7
Her life is full of hapiness.
(hidupnya penuh dengan kebahagiaan.)
8
Vitamin E is good for our skin.
(Vitamin E bermanfaat untuk kulit kita.)
9
Many customers are satisfied with our company services.
(Banyak nasabah puas dengan pelayanan perusahaan kami.)





Daftar Pustaka
-          Hartanto, Drs. John S, Koentjoro, Drs. S., Seputro, Drs. Manaf Asmoro. “Accrurate, Brief, and Clear English Grammar”. Surabaya: INDAH. 2003
http://ledhiagunadarma.blogspot.com/2011/04/tugas-bahasa-inggris-softskill_05.html


English Bussinues 2B


6 The Benefit of Studying English for Faculty of Economics:
  1. To continoue their education to a higher level, both within and outside the country
  2. To understand the textbook, the book, and the subject matter is not all written in indonesia
  3. To facilitate learning and increased confidence
  4. To increase the chance of entry into the world of work
  5. To decide my career
  6. To encounter competition for work

Senin, 30 Desember 2013

Perpajakan

Nama Dosen : Danang Wijayanto
Mata Kuliah  : Bahasa Indonesia 2

Tugas Softskill
Perpajakan








Disusun Oleh:
                                                        
                                              Nama: Nindy Kusuma Ekasari
                                     NPM : 25211182
                                     Kelas : 3EB26




Universitas Gunadarma
2013/2014

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kata Pengantar

Terlebih dahulu perkenankanlah kami mengucapkan puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan karuniaNyalah kami dapat menyelesaikan tulisan. Kami menyusun tulisan ini dengan tujuan untuk mengembangkan kreativitas dan aktivitas dalam kehidupan sehari – hari.
Untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan tulisan, salah satu sarana penting diperlukan adalah tersedianya tulisan sebagai sumber pembelajaran. Karena itu, dengan segala kerendahan hati, kami mempersembahkan tulisan ini agar dapat dipergunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Tulisan ini membahas tentang perpajakan.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak atas terlaksananya tulisan ini antara lain, Dosen yang mengajar mata kuliah bahasa indonesia 2, dan pihak lain yang terkait sehingga tulisan ini dapat selesai dengan baik.
Harapan kami semoga tulisan ini bermanfaat bagi dosen dan para mahasiswa/mahasiswi. Kendati demikian, kami menyadari bahwa tulisan ini masih belum sempurna, sehingga kritik, koreksi, dan saran dari semua pihak untuk penyempurnaan di kemudian hari senantiasa akan terima dengan tangan terbuka.


                                                                                          Bekasi, Desember 2013



                                                                                                          Penyusun


------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Daftar Isi

  Kata Pengantar
  Daftar Isi
  Bab 1 Pendahuluan
  Bab 2 Isi
    A. Pengenalan Pajak
    B. KUP (Keterntuan Umum dan Tata Cara Perpajakan)
    C. PPh (Pajak Penghasilan)
    D. PPh 21
  Bab 3 Penutup
  Daftar Pustaka


------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bab 1 
Pendahuluan


1.1.       Latar Belakang Masalah
Mendengar kata Pajak, kebanyakan dari kita akan segera terstimulasi untuk mengasumsikannya sebagai suatu beban tambahan yang cukup signifikan di tengah belitan kesulitan ekonomi yang semakin berat dari waktu ke waktu. Hal tersebut, tentu saja sebagian dikarenakan kurangnya pemahaman tentang pajak itu sendiri. Kesadaran akan pajak memang perlu ditingkatkan, tetapi harus dilakukan dengan cara - cara yang bijaksana sehingga masyarakat tidak menjadi antipati terhadap pajak.

1.2.       Perumusan Masalah
1. Apa itu Perpajakan?
2. Apa tujuan Pajak?
3. Apa itu  KUP?
4. Apa tujuan KUP?
5. Apa itu PPh 21?
6. Apa tujuan PPh 21?
1.3.       Tujuan Masalah
1.    Agar mengetahui perpajakan.
2.    Agar mengetahui KUP 
3.    Agar mengetahui PPh 21

1.4.       Metode Penulisan
                  Untuk menyusun makalah ini, saya mempergunakan metode observasi dan 
          kepustakaan. Saya mengambil data atau sumber di internet, studi pustaka, dan 
          di buku – buku yang berkaitan dengan penulisan makalah ini.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bab 2
Isi

A. Pengenalan Pajak
     
     - Teori Perpajakan
        a. Teori Asuransi 
                Henrry Purwono (2010:5) menyatakan teori ini berhak memunggut pajak karena 
            negara bertugas untuk melindungi orang dan segala kepetingan, keselamatan, dan 
            keamanan jiwa serta harta bendanya.
        b. Teori Kepentingan
                Henrry Purwini (2010:5) menyatakan teori ini memperhatikan pembagian 
            beban pajak yang harus dipungut dari seluruh penduduk yang didasarkan atas 
            kepentingan setiap orang dalam tugas - tugas pemerintah (yang bermanfaat baginya), 
            termasuk perlindungan atas jiwa dan harta bendannya.
        c. Teori Asas Gaya Pikul
                Henrry Purwono (2010:5) menyatakan teori ini adala asas keadilan, 
            yaitu beban pajak harus sama beratnya bagi setiap orang berdasarkan 
            gaya pikul masing - masing.
        d. Teori Kewajiban Pajak Mutlak atau Teori Bakti
                 Henrry Purwono (2010:5) menyatakan teori ini muncul berdasarkan 
             paham organishe Staatsleer, sehingga karena sifat negara inilah timbul 
             hak muthlak negara untuk memunggut pajak.
         e. Teori Asas Gaya Beli
                 Henrry Purwono (2010:5) menyatakan teori ini fungsi pemungutan pajak 
             jika dipandang sebagai gejala dalam masyarakat dapat disamakan dengan pompa, 
             yaitu mengambil gaya beli dari rumah tangga - rumah tangga di masyarakat 
             untuk rumah tangga negara, dan kemudian menyalurkan kembali ke masyarakat 
             dengan maksud untuk memelihara hidup masyarakat dan membawanya ke 
             arah tertentu
     
     - Definisi Pajak
             Henrry Purwono (Dr. Soeparman Soemahamidjaja dalam disertainya yang berjudul 
        "Pajak Berdasarkan Asas Gotong Royong", Universitas Padjadjaran, Bandung, 1964) 
        menyatakan bahwa pajak adalah iuran wajib berupa uang atau barang yang 
        dipungut oleh penguasa berdasarkan norma - norma hukum, guna menutup biaya 
        produksi barang dan jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum.


     - Fungsi Pajak, yakni The Four "R"s

        1. Revenue (Penerimaan)
        2. Redistribution (Pemerataan)
        3. Repricing (Pengaturan Harga)
        4. Representation (Legalitas Pemerintah)
     
     - Penggolongan Pajak
        1. Berdasarkan Wewenang Pemunggutan 
          a. Pajak Negara adalah pajak yang wewenang pemungutannya dimiliki oleh Pemerintah Pusat
                Contoh: PPh, PPN dan PPnBM, PPB, Bea Materai
          b. Pajak Daerah adalah pajak yang wewenang pemungutannya dimiliki oleh Pemerintah Daerah
       2. Berdasarkan Administration dan Pembebanan
         a. Pajak Langsung
             > Adminitrasi: Berkohir (surat ketetapan pajak) dan dikenkan secara berkala 
                                   (berulang pada waktu tertentu misalnya setiap tahun).
             > Ekonomis: beban pajak harus ditanggung sendiri dan 
                                 tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain.
             Contoh: PPh.
           b. Pajak Tidak lanngsung
               > Administrasi: tanpa berdasar kohir dan 
                                      dikenakan hanya bila terjadi hal atau 
                                      peristiwa yang dikenakan pajak.
               > Ekonomis: beban pajak dapat dilimpahkan kepada orang lain.
               Contoh: PPN dan PPnBM.
        3. Berdasarkan Sasaran
            a. Pajak Subjektif adalah pajak yang memperhatikan pertam - tama 
                keadaan pribadi Wajib Pajak.
                Contoh: PPh.
            b. Pajak Objektif adalah pajak yang memperhatikan pertama - tama pada 
                                                  objek (benda, peristiwa, perbuatan, atau keadaan) 
                                                  yang menyebabkan timbulnya kewajiban 
                                                  membayar pajak.
                Contoh: PPN dan PPnBM.


     - Undang - Undang Perpajakan

        a. Formal
            Secara terperinci undang - undang pajak formal memuat:
            1. Cara - cara penyelenggaraan negenai penetapan piutang pajak.
            2. Pengawasan pmerintah terhadap penyelenggaraannya.
            3. Kewajiban dan hak wajib pajak.
            4. Kewajibaan dan hak fiskus.
            5. Tata cara pemngutan pajak.
        b. Material
            Secara terperinci undang - undang pajak material memuat:
            1. Norma - norma yang menerangkan keadaan, perbuatan, dan
                peristiwa hukum yang dapat dikenakan pajak.
            2. Siapa - siapa saja yang harus dikenakan (subjek pajak)
            3. Tarif pajak, yaitu berapa besarnya dasar pengenaan pajak.

     - Pemungutan Pajak
        1. Berdasarkan Sistem
            a. Official Assesment System
            b. Self Assesmen System
            c. Withholding Tax System
        2. Berdasarkan Asas
            a. Asas Domisili adalah pajak dibebankan pada pihak yang tinggal dan
                                                berada diwilayah suatu negara tanpa
                                                memperhatikan sumber atau asal objek pajak
                                                yang diperoleh atau diterima Wajib Pajak.
            b. Asas Sumber adalah pembebanan pajak oleh negara hanya terhadap
                                               objek pajak yang bersumber atau berasal dari wilayah
                                               teritorialnya tanpa memperhatikan tempat tinggal Wajib Pajak.
            c. Asas Kebangsaan adalah stastus kewarganegaraan seseorang menentukan
                                                       pembebanan pajak terhadapnya.
        3. Berdasarkan Cara
            a. Stesel Rill atau Nyata adalah cara pengenaan pajak yang didasarkan pada
                                                            objek yang sesungguhnya yang benar - benar
                                                            ada dan dapat ditunjuk.
            b. Stesel Fiktif adalah cara pengenaan pajak yang didasarkan pada
                                             suatu anggapan yang dilegalkan oleh undang - undang.
            c. Stesel Campuran adalah gabungan dari dua stesel yang ada yaitu stesel rill dan stesel fiktif.
        4. Berdasarkan Syarat
            a. Syarat Keadilan
            b. Syarat Yuridis
            c. Syarat Ekonomis
            d. Syarat Finansial
            e. Syarat Sederhana

     - Tarif
        a. Tarif Proposional
        b. Tarif Progresif adalah kenaikan presentase tarifnya semakin besar.
        c. Tarif Degresif adalah kenaikan presentase tarifnya semakin kecil.
        d. Tarif Tetap adalah kenaikan presentase tarifnya tetap.




B. KUP (Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan)

     - Sejarah
          Undang - undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) 
       yang dilandasi falsafah pancasila dan UUD 1945, didalamnya teruang ketentuan 
       yang menjunjung tinggi hak warga negara dan menempatkan kewajiban 
       perpajakan sebagai kewajiban negara.

     - Istilah - istilah dalam buku "Dasar - Dasar Perpajakan dan akuntansi pajak" menyatakan bahwa:
        1.   Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang 
                                  bersifat memaksa berdasarkan undang - undang dengan tidak mendapatkan imbalan 
                                  secara langsung dang digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar - besarnya 
                                  kemakmuran rakyat.
        2.   Wajib pajak adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, 
                                            dan pemunggutan pajak yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan 
                                            sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan perpajakan.
        3.   Badan adalah sekumpulan orang dan modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan 
                                    usaha maupun yang tidak melakukan usaha.
        4.   Pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apa pun yang dalam kegiatan usaha.
        5.   Pengusaha Kena Pajak adalah pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak 
                                                             dan penyerahan jasa kena pajak yang dikenai pajak 
                                                             berdasarkan Undang - undang Pajak Pertambahan Nilai 
        6.   Masa Pajak adalah jangka waktu yang menjadi dasar bagi wajib pajak untuk menghitung, 
                                            menyetor dan melaporkan pajak yang terutang dalam suatu jangka waktu 
                                            tertentu sebagaimana ditentukan oleh undang - undang ini.
        7.   Tahun Pajak adalah jangka waktu 1 tahun kalender kecuali wajib pajak menggunakan tahun 
                                             buku yang tidak sama dengan tahun kalender
        8.   Bagian Tahun Pajak adalah bagian dari jangka waktu 1 tahun pajak.
        9.   Pajak  yang Terhutang adalah pajak yang harus dibayar pada suautu saat dalam masa pajak, 
                                                           dalam tahun pajak atau dalam bagian tshun pajak sesuai dengan 
                                                           ketentuan peraturan perundang - undang perpajakan  
       10. Kredit Pajak untuk Pajak Penghasilan adalah pajak yang dibayar sendiri oleh wajib pajak 
                                                                                  ditambah dengan pokok pajak yang terutang 
                                                                                  dalam Surat Tagihan Pajak karena Pajak 
                                                                                  Penghasilan dalam tahun kurang dibayar
       11. Kredit Pajak untuk Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak masukan yang dapat dikreditkan 
                                                                                            setelah dikurangi pengembalian pendahuluan 
                                                                                            kelebihan pajak atau setelah dikurangi 
                                                                                            pajak yang telah dikompensasikan 
                                                                                            yang dikurangkan dari pajak yang terutang.             12. Pekerjaan Bebas adalah pekerjaan yang dilakukan oleh orang pribadi yang mempunyai keahlian 
                                                   khusus sebagai usaha untuk memperoleh penghasilan yang tidak 
                                                   terkait oleh suatu hubungan kerja.
        13. Penanggung Pajak adalah orang pribadi atau badan yang bertangung jawab atas pembayar pajak, 
                                                     termasuk wakil yang menjalankan hak dan memenuhi kewajiban 
                                                     wajib pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang perpajakan.
        14. Penelitian adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menilai kelengkapan pengisian 
                                        surat pemberitahuan dan lampiran - lampirannya termasuk penilaian 
                                        tentang kebenaran penulisan dan penghitungannya
        15. Surat Keputusan Pembetulan 
        16. Surat Keputusan Keberatan
        17. Putusan Banding
        18. Putusan Gugatan
        19. Putusan Peninjauan Kembali
        20. Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak
        21. Surat Keputusan Pemberian Imbalan Bunga
        22. Tanggal dikirim
        23. Tanggal diterima
    
     - Cara mendapatkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
       1. Mendaftarkan Diri
       2. Kewajiban MElaporkan Kegiatan Usaha
       3. Pengertian dan Fungsi NPWP
       4. Tempat Pendaftaran dan pelaporan Usaha 
       5. Prosedur Administrasi dan Syarat Kelengkapan
       6. Format NPWP
       7. Penerbitan NPWP dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Secara Jabatan
       8. Wajib Pajak Pindah
       9. Penghapusan NPWP dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak


     - SPT
            Henrry Purwono (2010:32) menyatakan SPT adalah surat yang oleh wajib pajak yang digunakan
        untuk melaporkan perhitungan dan pembayaran pajak, objek pajak dan bukan objek pajak atau harta
       dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan perpajakan.
     
        > SPT terdiri dari dua jenis, yaitu:
           1. SPT masa adalah Surat pemberitahuan untuk suatu masa pajak
           2. SPT Tahunan adalah surat pemberitahuan untuk suatu tahun pajak atau bagian tahun pajak 
               yang hanya pada Pajak Penghasilan

     - Prosedur Pembayaran
       1. Tempat Pembayaran 
            a. Kantor Pos
            b. Bank Persepsi
            c. Tempat Lain yang ditentukan oleh Menteri Keuangan
       2. Jatuh Tempo Pembayaran Pajak
           a. Pembayaran Masa
           b. Pembayaran Tunai
           c. Surat Tagihan Pajak




C. PPh 21 (Pajak Penghasilan 21)

     - Subjek Pajak
       1. Orang Pribadi
       2. Badan

     - Bukan Subjek Pajak
       1. Kantor Perwakilan Negara Asing
       2. Penjabat Perwakilan Diplomatik dan Konsulat atau pejabat - pejabat lain dari negara asing
       3. Organisasi Internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan
       4. Pejabat Perwakilan Organisasi internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan
       5. Unit tertentu dari badan pemerintah

     - Objek Pajak

       1.   Imbalan
       2.   Hadiah dari undiandan penghargaan
       3.   Laba Usaha
       4.   Keuntungan karena penjualan atau pengalihan harta
       5.   Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya
       6.   Bunga
       7.   Deviden
       8.   Sewa
       9.   Royalti
       10. Penerimaan perolehan pembayaran berkala
       11. Keuntungan karena pembebasan hutang
       12. Keuntungan karena selisih kurs mata uang asing
       13. selisih lebih karena penilaian kembali aktiva
       14. Premi asuransi dan reasuransi
       15. Iuran yang diterima
       16. Tanbahan kekayaan neto
       17. Penghasilan dari usaha berbasis syariah
       18. imbalan bunga dalam perpajakan
       19. Surplus Bank Indonesia

     - Bukan Termasuk Objek Pajak
       1.   Bantuan sumbangan dan harta hibahan
       2.   Warisan
       3.   Harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau penyertaan 
             modal
       4.   Imbalan sehubung dengan pekerjaa  yang diterima dalam berbentuk natura
       5.   Pembayran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubung dengan asuransi kesehatan, 
             kecelakaan, jiwa, dwiguna dan beasiswa.
       6.   Deviden yang diperoleh PT sebagai WP
       7.   Iuran diterima atau diperoleh dana pensiun
       8.   Penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun
       9.   Bagian laba yang diperoleh dari anggota dari perseroaan komanditer
       10. Pnghasilah yang dipeoleh dari perusahaan modal ventura
       11. Beasiswa
       12. Sisa lebih yang diterima atau diperoleh organisasi nirlaba
       13. Bantuan atau satunan yang dibayarkan oleh Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial kepada WP

     - Istilah - istilah dalam PPh 21dibuku "Dasar - Dasar Perpajakan dan akuntansi pajak" 
        menyatakan bahwa:
       1.   Pejabat negara
       2.   PNS
       3.   Pegawai
       4.   Pegawai Tetap
       5.   Pegwai dengan status wajib pajak luar negeri
       6.   Tenaga Lepas
       7.   Penerima Pensiun
       8.   Penerima Honorarium
       9.   Penerima Upah
       10. Upah Harian
       11. Upah Mingguan
       12. Upah Borongan
       13. Upah Stuan
       14. Honorarium
       15. Hadiah atau Penghargaan
       16. Magang
       17. Beasiswa
       18. Kegiatan
       19. Kegiatan Multilevel Marketing
       20. Zakat

     - Penghasilan yang dipotong PPh 21 (Objek Pajak PPh 21) dalam buku "Dasar - Dasar Perpajakan 
       dan akuntansi pajak" menyatakan bahwa:
       1. Penghasilan yang diperoleh secara teratur
       2. Penghasilan yang diperoleh secara tidak teratur
       3. Upah harian, upah mingguan, upah satuan, dan upah borongan, termasuk uang saku harian atau
           mingguan yang diterima peserta pendidikan, pelatihan, atau pemagangan yang merupakan calon
           pegawai.
       4. Uang tebusan pensiun, uang pesangon, uang Tabungan Hari Tua atau jaminan hari Tua, pesangon dan
           pembayaran lain yang sejenisnya.
       5. Honorarium, uang saku, hadia atau penghargaan dengan nama dan dalam bentuk apapun, komisi,
           beasiswa, dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubung dengan pekerjaa, jasa, dan kegiatan yang
           dilakukan oleh Wajib Pajak dalam negeri.

     - Penghasilan yang tidak potong oleh PPh 21 dalam buku "Dasar - Dasar Perpajakan dan 
       akuntansi pajak" menyatakan bahwa:
        1. Pembayaran asuransi dari perusahaan asuransi kesehatan, kecelkaan, jiwa, dwiguna, dan beasiswa
        2. Penerimaan dalam bentuk natura dan kenikmatan yang diberikan oleh pemberi kerja
        3. Penerimaan dalam bentuk natura dan kenikmatan lainnya dengan nama apapun yang diberikan oleh
            pemerintah
        4. Iuran pensiun yang dibayarkan kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri
            Keuangan dan penyelenggara Taspen, serta Iuran Tabungan Hari Tua atau Tunjangan Hari Tua 
            (THT) kepada badan penyelenggara Taspen dan Jamsostek yang dibayar oleh pemberi kerja
        5. Kenikmatan berupa pajak yang ditanggung oleh pemberi kerja.
        6. Pembayaran Tunjangan Hari Tua dari perusahaan Taspen
        7. Uang tebusan pensiun yang dibayarkan oleh dana pensiun yang pendiriaannya disahkan oleh Menteri 
            KeuanganTHT yang dibayarkan sekaligus oleh badan penyelenggara Jamsostek
        8. Penghasilan bruto yang diterima pegawai harian, pegawai minggua, pemagang, dan pegawai tidak 
            tetap lainnya yang berupa upah harian, upah minggua, upah borongan, dan upah saku hariaan
        9. Penghasilan yang dibayarkan kepada PNS golongan II/d ke bawah, anggota ABRI berpangkat
            Pembantu Letnan Satu ke Bawah atau anggota POLRI berpangkat Ajun Inspektur Satu ke bawah 
            yang dibebankan kepada keuangan Negara/Daerah berupa honorarium, uang sidang, uang hadir, 
            uang lembur, imbalan prestasi kerja, dan imbalan lain selain penghasilan berupa gaji kehormatan, 
            gaji/uang pensiun, dan tunjangan terkait dengan gaji kehormatan
      10. Zakat yang diterima oleh orang pribadi yang berhak dari badan atau lembaga amil zakat yang 
            dibentuk atau disahkan oleh pemerintah

     - Pemotong PPh 21
        1. Pemberi Kerja
        2. Bendaharawan Pemerintah
        3. Dana Pensiun
        4. Yang Membayar
        5. Yayasan
        6. Yang Membayarkan
        7. Penyelenggara Kegiatan

     - Saat Terutang Pajak
        1. Saat pembayaran penghasilan secara tunai
        2. Saat akhir bulan setelah terhutangnya penghasilan tergantung pada peristiwa nama yang terjadi 
            lebih dahulu

     - Pengurang yang diperbolehkan
        1. Biaya Jabatan
        2. Biaya Pensiun
        3. Iuran yang yang dibayar oleh pgawai kapada dana pensiun
        4. PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)
            > WP sendiri                            : Rp. 24.300.000/th atau Rp. 2.025.000/bln
            > Status Kawin                        : Rp 2.025.000/th atau Rp 168.750/bln
            > Tanggungan (maks. 3 orang) : Rp 2.025.000/th/org atau Rp 168.750/bln/org

     - Tarif Pajak Pasal 17 UU PPh
        # > Rp. 50.000.000                              :  5%
        # Rp 50.000.000 - Rp 250.000.0000   : 15%
        # Rp. 250.000.000 - Rp. 500.000.000 : 25%
        # < Rp. 500.000.000                            : 30%



------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bab 3
Penutup


A. Kesimpulan
         Setiap warga negara harus wajib membayar pajak. Karena semua fasilitas seperti infrastruktur jalan,
     dll memakai uang atas pembayaran pajak tersebut kalau tidak membayar pajak semua fasilitas tidak 
     terpenuhi. 
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Daftar Pustaka

Herry Purwono,"Dasar - Dasar Perpajakan dan Akuntansi Pajak",Penerbit Erlangga:Jakarta, 2010